cerita


Nengtot Di Mobil


Nikmatnya SEX mobil goyang … hai fridalover Berikut adalah pengalaman cerita ngentot saya: Perkenalken nama saya Andre(Nama Samaran) Sebut saja begitu. saya saat ini berumur 20 tahun. saya akan berbagi cerita ngentot saya. Cerita ngentot ini terjadi sekitar saya berumur 16tahun. Lisna saat itu baru berumur 16tahun. Lisna sekolah di salah satu sekolah swasta di bekasi dan dia adalah salah satu bintang kelas dan dia bisa dibilang anak mami. Kecantikannya menggoda sekali sehingga banyak laki-laki yang ingin menjadi pacarnya. Bisa dibilang Lisna adalah PRIMADONA-nya sekolah itu? saya pertama kali mengenal Lisna pada saat saya sedang bermain biliard di salah satu mall di jakarta utara (klp.Gading mall).

Waktu itu saya ingin berkenalan dengannya tetapi saya sedikit malu-malu, soalnya cewek yang satu ini benar-benar cantik dan lain dengan yang saya liat dari biasanya. Lisna seorang cewek chinese, kulit putih, tinggi 161cm dan ukuran dada 34A bisa dibilang lumayan untuk ukuran remaja yang baru berumur 16 tahun.
Image Hosted by UploadHouse.com
saya akhirnya berkenalan dengan Lisna walau saya malu-malu setengah mati, takut ditolak eh gak tahunya saya berhasil berkenalan dengannya!
“Hai… boleh kenalan ga cewe”, sapsaya dengan sedikit percaya diri.
“Siapa yahhh?”, jawab LiLis.
“Saya deni? Boleh kenalan ga, kamu siapa?”
“Boleh kok emank siapa yang ngelarang… saya LiLis.”
“Sekolah dimana?? Tanysaya sedikit basa-basi.”
“Ada deh”, Katanya sedikit manja.
Akhirnya kami ngobrol panjang dan saya sedikit berani menanyakan nomor teleponnya.
Image Hosted by UploadHouse.com
Malamnya saya mencoba menelepon Lisna dan pada saat itu Lisna mengangkat teleponku.
“Halo ini Lisna ya”, sapaku.
“Iya..ni sapa ya”, Lisna menjawab.
“Ini saya Andre yang tadi siang berkenalan dengan kamu Lis”, kataku.
“Oh… iya?? ada apa den?”
“Engga saya cuma pingin ngobrol aja Lis… Ganggu ga?”
“Engga ganggu kok nre… biasa aja sama Lisna yah.”
saya mulai membuka topik pembicaraan meskipun sedikit canggung dan tidak tahu apa yang ingin saya bicarakan. Lalu saya mulai memberanikan diri dengan menanyakan tentang kehidupan dia.
Image Hosted by UploadHouse.com
“Lisna udah punya pacar?”, tanyaku.
“Belum nre… dulu Lisna punya pacar tapi Lisna udah putus”, jawabnya.
“Lho putus gara-gara apa Lis?”
“udah bosen aja”, jawab Lisna polos.
“Lisna besok saya pingin ketemuan sama kamu bisa ga?”, pintaku.
“Boleh kok nre… mau ketemuan dimana?”
“Di MKG aja Lis mau??”, tanyaku.
“Boleh jam 3 sore yah pas Lisna pulang sekolah”, jawabnya.
“Ok… selamat malam Lis”, jawabku sebelum menutup pembicaraan.
Image Hosted by UploadHouse.com
Besoknya jam 3 sesuai kesepakatan kami bertemu di MKG… Lisna berdandan sexy sekali pada saat itu dengan baju yang teramat sangat menggoda… Ingin sekali saya ngentot dia tetapi saya masih perjaka… tidak tahu caranya bagaimana ngentot…
Kami ber cerita panjang lebar sampai jam 6 sore sambil makan-makan… Tak terasa pada saat mau mengantarkan Lisna pulang hujan turun deras sehingga saya menetap di mobilku.
Image Hosted by UploadHouse.com
saya bertanya pada LiLis, “Mau es krim ga say?”, saya memanggil dia dengan sapaan “say”, eh ternyata dia juga balik meresponseku dengan perkataan “mau donk say”. Cuaca saat itu mendukung sekali… cuaca hujan gerimis dan pada saat itu kami berdua di mobil. saya membelokkan mobilku ke parkiran mobil. Lisna bertanya,
“Ngapain kita ke parkiran say?”
“Gak apa-apa kok say… saya cape aja”, padahal pikiran mesum saya sudah di kepala. Membayangkan Ngentot memek lisna. saya mulai memandangi buah dada Lisna yang pada saat itu menggoda sekali… ingin sekali saya menjilati puting toket nya itu…
Image Hosted by UploadHouse.com
Lisna melihatku dan ia berkata “Ikhh.. Andre nakal liat-lihat toket LiLis. bayar tauu!? Masa liat gratis, ga bayar”, ucapnya manja.
saya hanya bisa tertawa dan dalam hatiku saya ingin sekali mengecup bibirnya… adegan bercumbu ngentot sudah terbayang jelas pikirku sudah mendapat angin segar. saya mulai memberanikan diri untuk mencium mulutnya walaupun Lisna menolak tapi saya terus memaksa dan pada akhirnya dia tidak bisa mencegah saya untuk menciummnya. saya melumat bibirnya dengan sangat lembut dan tak disangka Lisna membalas ciumanku dengan ganasnya.
Image Hosted by UploadHouse.com
Lisna bertanya kepadaku, “Andre udah pernah ngentot belum?”
“Belum”, jawabku.
“Lisna juga masih perawan ndre… Lisna ga tau bagaimana caranya ngentot.”
Serasa sudah mendapatkan lampu hijau dari LiLis, ingin ku laksanakan adegan ngentot yang sudah ku bayangkan tadi. saya mulai memberanikan diri tuk membuka pakaiannya. Lisna malah memberikan posisi tuk memudahkan saya membuka pakaiannya. saya membuka branya yang warna hitam itu… WOW toket Lisna yang berukuran 34A langsung saya kulum dan Lisna berteriak kecil,
“Aach… geli ndre! Jangan cuma satu doank donk say… sebelahnya juga donk say”, saya mulai menjilati puting susu bagian sebelahnya. Lisna yang merasa bergairah mulai membuka pakaian dan celanaku. saya pun juga membuka celananya dan kami berdua pun dalam keadaan telanjang bulat di dalam mobil. Pada saat itu tmpt parkir sedang mendukung: tidak ada satu orang pun yang melihat kami.
Image Hosted by UploadHouse.com
“Kulum kontolku donk say”, pintaku.
“Lisna ga pernah ngelakuin ini satu kali pun ndre”, jawabnya.
“saya juga blm pernah melakukannya Say… jadi kita sama kan”, kataku.
“Iya saya coba deh”, jawabnya.
Image Hosted by UploadHouse.com
Lisna mulai mengemut kontolku dan dia merasa enjoy mengemut kontolku. saya juga mengelus bibir vaginanya dengan tanganku. Dia mengerang, “emh..ehm..”, tanda dia mulai bereaksi pada sentuhan tanganku…
saya yang tidak tahan dengan vaginanya. saya mulai membaringkannya dan langsung menjilati vaginannya.
“Ouch…”, Lisna mendesah dan saya terus menjilati klitorisnya dan pada akhirnya dia mendesah tidak karuan.
“Aahh… achh ndre akuuu keluarr…achhh?!”, keluarlah cairan putih dengan baunya yang khas.
Image Hosted by UploadHouse.com
Lisna tak mau kalah. Dia ingin mengulum kontolku. Kami melakukan gaya 69 di jok mobil belakang. Lisna mengemut kontolku dengan ganasnya. Dikocok-kocok dan diemut dengan ganas. Maklum baru pertama kali kami melakukannya. Lalu saya yang sudah tidak tahan… saya mulai menyuruhnya merebahkan diri dan mengangkat pahanya sehingga tampaklah memeknya yang merah dan menggoda itu. Ga sabaran deh gw ngentot memek merah itu.
“saya masukin ya say?”, tanyaku.
“Iya say tapi pelan-pelan yah… Lisna masih perawan.”
Image Hosted by UploadHouse.com
saya mulai memasukan kontolku ke liang vaginanya pelan-pelan. Sulit sekali memasukan kontolku ke liang vaginanya saking rapatnya. Lisna berteriak, “Ah… sakiit ndre!”.
saya yang tidak peduli karena sudah terlanjur nafsu memulai melakukan aksi ngentot ku, gerakan maju-mundur dengan pelan-pelan. Lisna yang membalasnya dengan menjambak rambutku. saya terus melakukan genjotan terhadap memeknya yang sangat nikmat itu…
Image Hosted by UploadHouse.com
“Ahh… sakit ndre”, saya mulai mempercepatkan gerakan maju-mundur.
Lisna berteriak, “Ahh”, saya mengeluarkan kontolku dari memeknya dan langsung keluarlah darah segar membanjiri jok mobil belakangku.
“Say lanjut ya? Nih… saya belum apa-apa tau”, tanyaku…
“Iya say lanjut aja… Lisna siap kok”, jawab LiLis.
Lampu hijau nih… ngentot lagi.. saya mulai memasukan kontolku ke memek Lisna lagi… Lisna sangat menikmati tusukan kontolku ke liang vaginannya.
“Say…liss..ya kee…luarrr”, dan pada saat itu cairan putih itu keluar. Ternyata dia orgasme. Cairan putih itu membanjiri kontolku yang nikmat dijepit oleh dinding dinding memek LiLis. Kontolku masih berada di dalam memek LiLis.
“Kamu belum keluar Say?”, tanya LiLis.
“Belum Say”, jawabku.
Image Hosted by UploadHouse.com
Image Hosted by UploadHouse.com
saya meneruskan tusukan ke memek Lisna dan Lisna terus mengerang… suara teriakannya membuat saya tambah bernafsu. “Aachh… achhh….achhh.achhh..de…niiii km heee..batt sayyy…”, dan tiba2 Lisna mengeluarkan lagi cairan putih. Dia orgasme untuk yang kedua kalinya.
“Kamu belaum keluar-keluar juga Say. Cepat keluarin donk Say, udah malam”, pintanya.
“Ok say”, jawabku.
saya mulai mempercepat gerakanku. Menggenjot memek Lisna dengan sangat cepat.
“Acchh… achhh… achhhh… achhh”, Lisna mendesah menikmati setiap tusukan kontolku yang belaum pernah dia rasakan sebelumnya. saya yang hampir orgasme semakin mempercepat gerakan kontolku keluar masuk memek LiLis.
“Sayyy… saya mau keluar nihhhhh”, ucapku.
“Keluarin di luar ya say jangan didalem”, pinta LiLis.
saya akhirnya orgasme dan mengeluarkan spermsaya ke dada Lisna yang lumayan besar itu.
“Ccroott… crootttt…”, saya menumpahkan ke dadanya dan sebagian ke mukanya.
“Thanks ya Say… kejadian ini ga bakalan saya lupain”, kata LiLis.
“Sama-sama say… saya juga ga akan melupakan kejadian ini.”
Image Hosted by UploadHouse.com
Image Hosted by UploadHouse.com
Akhirnya kami selesai ngentot dan kami memakai pakaian kami kembali. Dan saatnya mengantarkan Lisna pulang kami sempat berciuman pada saat saya mengantar dia sampai depan rumahnya.
saya dan Lisna tidak akan melupakan kejadian dimana saya melepas keperjakaanku dan dia memberikan keperawanannya. Kami tidak berhenti sampai disitu saja. Kami melakukannya lagi di rumahnya pada saat rumahnya sepi. Setidaknya saya dan Lisna setiap akhir weekend diisi dengan ngentot. Meskipun saya tidak ada hubungan apapun deegan LiLis… meskipun saya sekarang sudah menetap di Malang dan saya sudah mendapatkan beberapa pelajaran dari cewek cewek yang ada disini tapi Lisna telah memberikan pelajaran yang sgt berarti kepadaku.

Nikmatnya Memek SMP



Cerita sex-Ngentot Siswi Bugil SMP .hai fridalover pengalaman sex ku ini terjadi pada tahun 2002, saat itu aku tercatat sebagai siswa baru pada SMUN negeri  surabaya, pada waktu itu sebagai siswa baru. Yah, acara sekolahan biasa saja, masuk pagi pulang sekitar jam 14:00, sampai pada akhirnya aku dikenalkan oleh teman seorang gadis yang ternyata gadis itu sekolah juga di dekat sekolahku yaitu di SMP swasta di surabaya
Image Hosted by UploadHouse.com
Cerita sex-Ngentot Siswi Bugil SMP Ketika kami saling menjabat tangan, gadis itu masih agak malu-malu, kulihat juga gadis itu tingginya hanya sekitar 158 cm dan mempunyai dada yang memang kelihatan lebih besar dari anak seumurnya, sekitar 34B (kalau tidak salah umurnya 14 tahun), mempunyai wajah yang manis sekali dan kulitnya walaupun tidak terlalu putih tapi sangat mulus, (sekedar info, tinggiku 165 cm dan umurku waktu itu 16 tahun).
Image Hosted by UploadHouse.com
Aku berkata, “Siapa nama kamu?” dia jawab Lina
Setelah berkenalan akhirnya kami saling memberikan nomor telepon masing-masing. Besoknya setelah saling telepon dan berkenalan akhirnya kami berdua janjian keluar besok harinya sebagai jalan pertama, sekaligus cinta pertamaku membuatku deg-degan, tetapi namanya lelaki yah… jalan terus dong.
Image Hosted by UploadHouse.com
Akhirnya malam harinya sekitar jam 19:00, aku telah berdiri di depan rumahnya sambil mengetuk pagarnya, tidak lama setelah itu Lina muncul dari balik pintu sambil tersenyum manis sekali, dia mengenakan kaos ketat dan celana jeans ketat berwarna hitam.
Aku tanya, “Mana ortu kamu…?” dia bilang kalau di rumah itu dia cuma tinggal bersama papanya dan pembantu, sedangkan kalau kakaknya dan mamanya di kota lain.
“Oohh…” jawabku. Aku tanya lagi, “Terus Papa kamu mana?” dia jawab kalau Papa lagi keluar ada rapat lain di hotel (Papanya seorang pejabat kira-kira setingkat dengan Wagub) jadi saat itu juga kami langsung jalan naik motorku, dan tanpa disuruh pun dia langsung memeluk dari belakang.
Penisku selama jalan-jalan langsung tegang, habis dada dia begitu kenyal terasa di belakangku seakan-akan memijit-mijit belakangku (motorku waktu itu sangat mendukung, yaitu ninja).
Image Hosted by UploadHouse.com
Setelah keliling kota dan singgah makan di tempat makan, kami langsung pulang ke rumahnya. Setelah tiba kulihat rumahnya masih sepi, mobil papanya belum datang.
Tiba-tiba dia bilang “Masuk yuk! Papaku kayaknya belum datang.”
Akhirnya setelah menaruh motor, aku langsung mengikutinya dari belakang, aku langsung melihat pantatnya yang lenggak-lenggok berjalan di depanku. Kulihat jam ternyata sudah pukul 21:30, setiba di dalam rumahnya kulihat tidak ada orang.
Image Hosted by UploadHouse.com
Kubilang, “Pembantu kamu mana?” dia bilang kalau kamar pembantu itu terpisah dari bangunan utama rumah ini agak jauh ke belakang.
“Oohh…” jawabku.
Aku tanya lagi, “Jadi kalau sudah bukakan kamu pintu pembantu kamu langsung pergi ke belakang?” dia jawab iya.
“Terus Papa kamu yang bukain siapa…”
“Aku…” jawabnya.
“Kira-kira Papa kamu pulang jam berapa sih…” tanyaku.
Dia bilang paling cepat juga jam 24:00.
Image Hosted by UploadHouse.com
Langsung saja pikiranku ngeres sekali.
Kutanya lagi, “Kamu memang mau jadi pacarku..?”
Dia bilang, “Iya…”
Lalu aku bilang, “Kalau gitu sini dong dekat-dekat aku..!”
Belum sampai pantatnya duduk di kursi sebelahku, langsung kutarik ke dalam pelukanku dan mengulum bibirnya, dia kaget sekali, tapi belum sampai ngomong apa-apa tanganku langsung memegang payudaranya yang benar-benar besar itu sambil kuremas-remas dengan kuat sekali (habis sudah kebelet) dia pun mengeluh, “Ohh.. oohh sakit,” katanya.
Image Hosted by UploadHouse.com
Aku langsung mengulum telinganya sambil berbisik, “Tahan sedikit yah…” dia cuma mengangguk.
Payudaranya kuremas dengan kedua tanganku sambil bibirku menjilati lehernya, kemudian pindah ke bibirnya langsung kulumat-lumat bibirnya yang agak seksi itu, kami pun berpagutan saling membenamkan lidah kami masing-masing. Penisku langsung kurasakan menegang dengan kerasnya. Aku mengambil tangan kirinya dan menuntun memegang penisku di balik celanaku, dia cuma menurut saja, lalu kusuruh untuk meremasnya.
Image Hosted by UploadHouse.com
Begitu dia remas, aku langsung mengeluh panjang, “Uuhh… nikmat sayang,” kataku.
“Teruss…” dengan agak keras kedua tanganku langsung mengangkat kaos yang dia kenakan dan membenamkan wajahku di antara payudaranya, tapi masih terhalang BH-nya, aku jilati payudaranya sambil kugigit-gigit kecil di sekitar payudaranya, “Aahh… aahh…”
Image Hosted by UploadHouse.com
Dia pun mendesis panjang tanpa melepas BH-nya, aku langsung mengangkat BH-nya sehingga BH-nya berada di atas payudaranya, sungguh pemandangan yang amat menakjubkan, dia mempunyai payudara yang besar dan puting yang berwarna kemerahan dan menjulang keluar kira-kira 1/2 cm dan keras, (selama aku main cewek, baru aku tahu sekarang bahwa tidak semua perempuan nanti menyusui baru keluar putingnya). Kujilat kedua payudaranya sambil kugigit dengan keras putingnya. Dia pun mengeluh sambil sedikit marah.
“Aahh… sakkiitt…” tapi aku tidak ambil pusing, tetap kugigit dengan keras.
Akhirnya dia pun langsung berdiri sambil sedikit melotot kepadaku.
Image Hosted by UploadHouse.com
Sekarang payudara dia berada tepat di depan wajahku. Sambil aku memandangi wajahnya yang sedikit marah, kedua tanganku langsung meremas kedua payudaranya dengan lembut.
Dia pun kembali mendesis, “Ahh… aahh…” kemudian kutarik payudaranya dekat ke wajahku sambil kugigit pelan-pelan.
Dia pun memeluk kepalaku tapi tangannya kutepiskan. Sekelebat mata, aku menangkap bahwa pintu ruang tamunya belum tertutup, aku pun menyuruh dia untuk penutup pintunya, dia pun mengangguk sambil berjalan kecil dia pergi menutup pintu dengan mengendap-endap, karena bajunya tetap terangkat sambil memperlihatkan kedua bukit kembarnya yang membuat hati siapa saja akan lemas melihat payudara yang seperti itu.
Image Hosted by UploadHouse.com
Setelah mengunci pintu dia pun kembali berjalan menuju aku. Aku pun langsung menyambutnya dengan memegang kembali kedua payudaranya dengan kedua tanganku tapi tetap dalam keadaan berdiri kujilati kembali payudaranya. Setelah puas mulutku pun turun ke perutnya dan tanganku pelan-pelan kuturunkan menuju liang senggamanya sambil terus menjilati perutnya sesekali menghisap puting payudaranya. Tanganku pun menggosok-gosok selangkangannya, langsung ku plorot pelan-pelan jeans yang dia kenakan, terlihatlah pahanya yang mulus sekali dan CD-nya yang berwarna putih.
Kuremas-remas liang kewanitaannya dengan terburu-buru, dia pun makin keras mendesis, “Aahh… aakkhh… ohh… nikmat sekali…” Dengan pelan-pelan kuturunkan CD-nya sambil kutunggu reaksinya, tetapi ternyata dia cuma diam saja, (tiba-tiba di kepala muncul tanda setan). Terlihatnya liang kewanitaannya yang ditumbuhi bulu-bulu tapi sangat sedikit. Aku pun menjilatinya dengan penuh nafsu, dia pun makin berteriak, “Aakkhh… akkhh… lagi… lagii…”
Image Hosted by UploadHouse.com
Setelah puas aku pun menyuruhnya duduk di lantai sambil aku membuka kancing celanaku dan kuturunkan sampai lutut, terlihatlah CD-ku. Kutuntun tangannya untuk mengelus penisku yang sudah sangat tegang sehingga sepertinya mau loncat dari CD-ku. Dia pun mengelusnya lalu mulai memegang penisku. Kuturunkan CD-ku, maka penisku langsung berkelebat keluar hampir mengenai wajahnya. Dia pun kaget sambil melotot melihat penisku yang mempunyai ukuran lumayan besar (diameter 3 cm dan panjang kira-kira 15 cm), aku menyuruhnya untuk melepas kaos yang dia kenakan dan roknya juga, seperti dipangut dia menurut saja apa yang kusuruh lakukan. Dengan terburu-buru aku pun melepas semua bajuku dan celanaku, kemudian karena dia duduk di lantai sedangkan aku di kursi, kutuntun penisku ke wajahnya dia pun cuma melihatnya saja. Kusuruh untuk membuka mulutnya tapi sepertinya dia ragu-ragu.
Image Hosted by UploadHouse.com
Setengah memaksa kutarik kepalanya, akhirnya penisku masuk juga ke dalam mulutnya.
Dengan perlahan dia mulai menjilati penisku, langsung aku teriak pelan, “Aakkhh… aakkhh…” sambil ikut membantu dia memaju-mundurkan penisku di dalam mulutnya.
“Aakk… akk… nikmat sayyaangg…”
Setelah agak lama akhirnya aku suruh berdiri dan melepaskan CD-nya, tapi muncul keraguan di wajahnya, akhirnya CD dan BH-nya dia lepaskan juga, maka telanjang bulatlah dia di depanku sambil berdiri. Aku pun tak mau ketinggalan, aku langsung berdiri dan langsung melepas CD-nya. Aku langsung menubruknya sambil menjilati wajahnya dan tanganku meremas-remas kedua payudaranya yang putingnya sudah semakin tegang, dia pun mendesis, “Aahh… aahh… aahh… aahh…” sewaktu tangan kananku aku turunkan ke liang kemaluannya dan memainkan jari-jariku di sana.
Image Hosted by UploadHouse.com
Setelah agak lama baru aku sadar bahwa jariku telah basah. Aku pun menyuruhnya untuk membelakangiku dan kusiapkan penisku. Kugenggam penisku menuju liang senggamanya dari belakang. Kusodok pelan-pelan tapi tidak mau masuk-masuk, kusodok lagi terus hingga dia pun terdorong ke tembok, tangannya pun berpangku pada tembok sambil mendengar dia mendesis, “Aahh… ssaayaa… ssaayaangg… kaammuu…” aku pun terus menyodok dari belakang.
Mungkin karena kering, penisku nggak mau masuk-masuk juga. Kuangkat penisku lalu kuludahi tanganku banyak-banyak dan kuoleskan pada kepala penisku dan batangnya, dia cuma memperhatikan dengan mata sayu setelah itu. Kugenggam penisku menuju liang senggamanya kembali.
Image Hosted by UploadHouse.com
Pelan-pelan kucari dulu lubangnya, begitu kusentuh lubang kemaluannya dia pun langsung mendesis kembali, “Ahh… aahh…” kutuntun penisku menuju lubang senggamanya itu tapi aku rasakan baru masuk kepalanya saja, dia pun langsung menegang tapi aku sudah tidak peduli lagi. Dengan satu hentakan yang keras kusodok kuat-kuat lalu aku rasa penisku seperti menyobek sesuatu, maka langsung saja dia berontak sambil berteriak setengah menangis, “Ssaakkiitt…” aku rasakan penisku sepertinya dijepit oleh dia keras sekali sehingga kejantananku terasa seperti lecet di dalam kewanitaannya.
Aku lalu bertahan dalam posisiku dan mulai kembali menyiuminya sambil berkata, “Tahann.. sayang… cuman sebentar kok…”
Image Hosted by UploadHouse.com
Aku memegang kembali payudaranya dari belakang sambil kuremas-remas secara perlahan dan mulutku menjilati belakangnya, lalu lehernya, telinganya dan semua yang bisa dijangkau oleh mulutku agak lama.
Kemudian dia mulai mendesis kembali menikmati ciumanku di badan dan remasan tanganku di payudaranya, “Ahh… aahh… ahh… kamu sayang sama aku kan?” dia berkata sambil melihat kepadaku dengan wajah yang penuh pengharapan.
Aku cuma menganggukkan kepala, padahal aku sedang menikmati penisku di dalam liang kewanitaannya yang sangat nikmat sekali seakan-akan aku sedang berada di suatu tempat yang dinamakan surga.
“Enak sayang?” tanyaku.
Dia cuma mengangguk pelan sambil tetap mengeluarkan suara-suara kenikmatan, “Aahh… aahh…” lalu aku mulai bekerja, aku tarik pelan-pelan penisku lalu aku majukan lagi, tarik lagi, majukan lagi, dia pun makin keras mendesis, “Aahh… ahh… ahhkkhh…”
Image Hosted by UploadHouse.com
Akhirnya ketika kurasakan bahwa dia sudah tidak kesakitan lagi, aku pun mengeluar-masukkan penisku dengan cepat, dia pun semakin melenguh menikmati semua yang aku perbuat pada dirinya sambil terus meremas payudaranya yang besar itu.
Dia teriak, “Akuu mauu keeluuarr…”
Aku pun berkata, “Aahhkk saayanggkkuu…”
Aku langsung saja sodok dengan lebih keras lagi sampai-sampai aku rasakan menyentuh dasar dari liang senggamanya, tapi aku benar-benar kesetanan tidak peduli lagi dengan suara-suara, “Ahh… aahh… ahh… akkhh… akkhh… truss…” langsung dia bilang, “Sayyaa keelluuaarr… akkhh… akhh…” tiba-tiba dia mau jatuh, tapi aku tahan dengan tanganku.
Kupegangi pinggulnya dengan kedua tanganku sambil kukocok penisku lebih cepat lagi, “Akkhh… akkhh… ssaayyaa mauu… keelluuaarr… akkhh…” peganganku di pinggulnya kulepaskan dan langsung saja dia terjatuh terkulai lemas.
Image Hosted by UploadHouse.com
Dari penisku menyemprotlah air mani sebanyak-banyaknya, “Ccroott… croott… ccrroott…” Aku melihat air maniku membasahi sebagian tubuhnya dan rambutnya, “Akhh…, thanks sayangkuu…” sambil berjongkok kucium pipinya sambil kusuruh jilat lagi penisku. Dia pun menjilatinya sampai bersih. Setelah itu aku bilang untuk memakai pakaiannya, dengan malas dia berdiri mengambil bajunya dan memakainya kembali.
Image Hosted by UploadHouse.com
Setelah kami berdua selesai aku mengecup bibirnya sambil berkata, “Aku pulang dulu yah sampai besok sayang…!” Dia cuma mengangguk tidak berkata-kata lagi mungkin lemas mungkin menyesal, tidak tahu ahh. Kulihat jamku sudah menunjukkan jam 23:35, aku pulang dengan sejuta kenikmatan….itulah pengalamanku bercinta dengan anak smp yang membuatku terngiang2 sampai sekarang…berhubung dia anak pejabat, maka wajahnya aku samarkan….harap maklum ya fridalover

Pengalaman sex dengan abg smu

Pengalaman sex dengan abg smu ,Kali ini adalah pengalaman sex saya dengan ABG yang masih SMU bernama Linda. Setelah saya mengirimkan cerita saya tersebut, saya mendapat email dari Linda yang katanya tertarik dengan pengalaman saya dan kebetulan dia sedang di Lombok dalam rangka liburan bersama keluarganya. Kami janjian lewat email bertemu pada bulan Oktober di sebuah rental internet di Mataram. Tentu saja fridalover, saya yang menentukan lokasinya di rental internet tersebut, karena hari itu saya masih harus membalas beberapa email yang ingin berkenalan denganku dan mencari tahu tentang pariwisata di Lombok.
Pengalaman sex
dengan abg smuPada hari Kamis, saya sudah stand by di rental tersebut, berdebar-debar juga rasanya saya menunggu Linda, seperti apa rupanya ya.
“Selamat pagi, Om namanya Andi khan?”
“Ya, betul.. Ini Linda ya!” tanya saya kembali padanya.
Di hadapan saya sekarang adalah seorang ABG keturunan tionghoa yang cantik. Saya perkirakan umurnya baru 16 tahun, tinggi 160 cm, berat 47 kg dan berkulit putih mulus khas cina dengan rambut lurus sebahu, memakai baju hem ketat warna krem, celana jins hitam tiga perempat yang pas. Duduk di samping saya tampak mengintip CD-nya yang berwarna putih. Kontol saya langsung tegak bagaikan Monas melihat cewek cantik ini.

“Gimana khabarnya?” tanyaku membuka percakapan sambil mempersilakannya duduk.
“Baik Om, senang rasanya liburan ke Lombok”
“Oh ya? Udah kemana aja Linda?”
“Ke pantai Senggigi, terus Suranadi dan tempat gerabah itu”
“Terus Linda sekarang sama siapa?”
“Sama Papa, Mama dan sepupu, Linda tinggal di Senggigi Beach Hotel”
“Wah, asyik dong..”
“So pasti, tapi lebih asyik kalo diantar sama tour guide seperti Om”
“Itu sich gampang Lin, yang penting ada komisinya lho” canda saya.
“Tenang Om, dijamin nggak nyesel dech nganterin Linda”
Linda orangnya supel dengan senyumnya yang manis mirip artis mandarin dan aroma tubuhnya yang sangat wangi. ‘Adik’ saya sudah nggak bisa diam nich.
“Ceritanya Om Andi tuch asli khan?”
“Tentu saja asli lho, dari pengalaman pribadi”
“Enak dong”
“Enak apanya Lin?” pancing saya mulai memepetkan tempat duduk.

Ini baru kesempatan namanya. Asik khan pembaca, bisa berduaan sama abg yang tentu saja masih seger-segernya..
“Gituannya lho..” jawabnya tersipu malu.
“Emangnya Linda pernah gituan sama pacar?”
“Ya.. Hampir pernah”
“Hampir pernah gimana, nggak usah malu dech, ceritain dong”
“Siapa tahu Om bisa bantu” ujarku sambil tangan kiri saya merangkul pundaknya.
Wah, Linda tampaknya nggak marah nich saya pegang pundaknya, berarti ada lampu hijau dong.

“Janji ya Om, nggak bilang siapa-siapa”
“Janji dech” saya menunjukkan tanda victory padanya.
“Gini Om, Tony pacar saya itu kalo udah nafsu cepat keluarnya, padahal Linda belum apa-apa”
“Maksudnya..” tanyaku pura-pura blo’on padahal tahu maksudnya.
“Iya, pas kontolnya Tony nempel di anunya Linda, udah keluar duluan”
“Oh gitu, itu istilah kedokterannya ejakulasi dini”
“Terus ngatasinya gimana dong Om”
“Ya, Linda harus bisa foreplay dulu, maksudnya pemanasan gitu”
“Ya udah Om, tapi Tony maunya terburu-buru en lagian mainnya kasar sich”
“Linda mau Om bantuin?” tanya saya yang sudah tidak lagi melihat isi layar monitor sejak tadi.
“Maksud Om..?”
“Ya.. Gimana caranya foreplay”
“Hus.. Om ini ngaco, Linda khan pacarnya orang”
“Bukannya ngaco, Linda ya tetap pacarnya Tony, Om khan cuma memberikan petunjuk” jawab saya sungguh-sungguh membujuknya agar mau foreplay, habis potongan tubuhnya itu, alamak geboy abis, mungkin rajin fitnes ya atau aerobic.
“Tapi.. Ada orang lho di sini Om, Linda khan malu”
“Nggak ada orang di sini kok, sini Om pangku” rayuku sambil menarik pinggangnya untuk duduk di pangkuan saya menghadap monitor komputer.
“Om.. Jangan..” celetuknya ragu dan canggung.
“Udah.. Atasnya doang kok, gimana?” tanya saya sambil membuka dua kancing atas hemnya hingga kelihatan BH merahnya, tangan kanan saya langsung masuk meremas payudaranya.
“Ja.. Ngan.. Om.. Geli..”
“Gimana rasanya Lin..”
“En.. Ak.. Sst.. Mmh”
Linda kelihatannya sudah agak terangsang dengan permainan tangan saya, ditambah lagi ciuman saya yang mendarat secara tiba-tiba pada lehernya. Tangan kiri saya juga mulai aktif meremas payudaranya yang sebelah. Ciuman pada lehernya saya ubah jadi menjilat, jadi kedua tangan meremas dan kadang-kadang memelintir kedua putingnya itu yang makin lama makin mengeras.

“Mmh.. Mmh..” gumam Linda. Beberapa menit kemudian..
“Udah.. Om.. Sst.. Udah..” tahan Linda sambil melepaskan saya dan merapikan bajunya.
“Ada apa Lin, contoh foreplay belum abis lho” goda saya tersenyum.
“Mmh.. Iya sich Om, cuman nggak leluasa di sini”
“Maunya Linda dimana?”
“Tempat yang sepi orangnya gitu”
Saya lihat tempat rental internet itu sudah mulai ramai kedatangan pengunjung, mungkin Linda agak terganggu juga konsentrasinya.
“Gimana kalo di hotel aja Lin, di sana lebih tenang” usulku.
“Iya dech.. Tapi jangan di Senggigi ya Om”, jawabnya sambil tangannya mengandeng saya mesra.
“Oke, nanti OM cariin yang agak jauh dari Senggigi”

Dan kami pun check in di salah satu hotel yang agak jauh dari Senggigi, karena saya tahu Linda tidak mau ketahuan keluarganya, katanya dia bilang sama keluarganya mau ke rental internet selama 3 jam. Karena itu kami pergunakan kesempatan ini sebaik-baiknya.
“Wah, di sini baru tenang nich” kata Linda sambil memperhatikan hotel yang lumayan tenang karena tempatnya agak jauh dari Senggigi dan kota.
“Nah, sekarang gimana? Mau nerusin caranya foreplay?”
“Mmh.. Gimana ya” Linda agak ragu kelihatannya.
Wah, anak ini harus dirangsang lagi supaya mau foreplay, soalnya si ‘buyung’ sudah tegak seperti pentungan pak satpam. Kemudian saya membuka kaos atas saya dan celana panjang jins hingga tinggal CD, sengaja saya membuka baju menghadap ke Linda.

“Wow.. Apaan tuch Om, kok kembung” kata Linda sambil menunjuk ke kontol saya.
“Linda mau lihat punya Om ya” Kutanggalkan semua celana dalam saya hingga saya bugil dan kelihatan kontol yang tegak itu.
“Wow.. Kontol Om bengkok dikit ya..” terheran-heran Linda melihat bentuk kontol saya.
“Ini baru asli lho Lin, tanpa pembesaran” ujarku sambil mendekatinya.
Tangan saya aktif membuka hem kremnya dan celana jins hitam tiga perempatnya. Sekarang tampak jelas BH merahnya dan CD putihnya yang cantik, pemandangan yang indah. Saya gendong Linda dan menaruhnya dengan lembut di sofa itu, kemudian saya mencium dan menjilat bibirnya serta tangan saya meremas payudara dan mencopot pengait BH-nya.
“Om.. isep.. sst.. susu.. nya.. Linda..” rengeknya meminta saya menghentikan ciuman dan beralih ke payudaranya, ciuman dan hisapan saya giatkan, kemudian puting itu saya gigit perlahan.
“Terr.. us.. Om.. sst.. sst..” rintihnya sambil memindahkan kepala saya pada payudaranya.
Tangan kiriku mengusap payudara sebelah kiri dan tangan kanan saya masuk dalam CD-nya dan mengusap-usap vaginanya yang ditumbuhi bulu halus, kemudian saya masukkan jari keluar-masuk dengan lancar.

Ouh.. Mmh.. Enak.. Om.. Nah.. Gitu..” Saya turun lagi mencium perutnya yang putih bersih, turun lagi mencium CD-nya yang mulai basah.
“Buka.. Aja.. Om.. Cepet.. Sst” celotehnya yang sudah bernafsu sekali sambil membuka CD-nya. Sekarang terlihat jelas sekali vaginanya yang masih kencang dan saya jilat dengan pelan dan semakin ke dalam lidah saya menari-nari.
“Sst.. Terr.. Us.. Om.. Mmh..” rintihnya tak karuan sambil menjepit kepala saya.
Beberapa menit saya permainkan vaginanya dan paha bagian dalam Linda yang sudah sangat basah sekali.
“Om.. Mmhmm.. Ganti.. Om.. Sstss”
“Gantian gimana Lin..” goda saya sambil telentang.
“Gantian Linda isep kontolnya Om, tapi jangan keluar dulu ya”
“Beres, nanti Om pakai kondom kok”
“Mmh..” Linda tidak menjawab, soalnya sudah mulai menghisap kontol saya, pertama-tama cuma masuk setengah tapi lama-kelamaan masuklah semua kontol saya.
“Terr.. Us.. Lin.. Jilat..” perintah saya sambil memegang kepalanya dan mendorong pelan supaya kontol saya masuk semua ke mulutnya.

Beberapa menit kami melakukan oral sex, Linda ternyata menikmati permainan itu.
“U.. Dah.. Lin.. Om.. Nggak tahan.. Nich”
“Iya Om, Linda juga pengin ngerasain senggama gaya kuda ama kontolnya Om yang bengkok itu hi.. hi..” celotehnya tertawa sambil mengambil posisi menungging.
“Sabar ya Lin, Om pasang kondom dulu”
Kemudian setelah saya pasang kondom, saya masukkan ke vaginanya, tenyata meleset.
“Aduh.. Om.. Pelan.. Dong” rintihnya kesakitan. Memang vagina Linda masih sempit kelihatannya dan posisi tersebut agak susah sich.
“Lin tolong bantuin pegangin kontol Om”
“Sini Linda bantuin masukin tapi pelan ya”

Linda kemudian memegang kontol saya dan mengarahkan ke vaginanya dan saya dorong pelan, pelan tapi pasti dan bless.. masuk seluruhnya dengan dorongan saya yang terakhir agak keras.
“Aduh Om sakit”
“Nggak apa-apa kok Lin, udah masuk kok”
“Sst.. Om.. Gini rasanya ya.. Sst..”
“Gi.. Mana.. Lin..”
“E.. Nak.. Sst.. Agak cepetan Om.. Sst”
“Nahh.. Sst.. Gitu..”
Genjotan demi genjotan saya giatkan sambil tangan kiri memegang perutnya dan tangan kanan memegang payudaranya. Plok.. Plok.. Plok.. Demikian kira-kira bunyinya. Kira-kira beberapa menit saya ngentot dengan Linda dengan posisi doggy style. Dan semakin lama semakin cepat.
“Ce.. Pat.. Sst.. Sst.. Om.. Aah.. Linda mau keluar nich” rintihnya tertahan.
“Sa.. ma.. an.. Lin.. keluarnya.. sst.. yess..” jawab saya sambil mempercepat sodokan kontol saya.
“Sst.. Lin.. Da.. Sst.. Kel.. Uar.. Om.. Argh..” jerit Linda.
Tiba-tiba tubuh Linda mengejang dan saya pun juga, akhirnya crot.. crot.. crot.. Keluar cairan putih dalam kondom saya, bersamaan dengan muncratnya cairan di vagina Linda. Tubuh kami pun lemas menikmati sensasi yang luar biasa itu.

Trim’s ya Lin, rasanya gimana?” tanya saya sambil mengecup pipinya.
“Enak sekali Om, baru kali ini Linda puas”
“Gimana ML ama Om Andi Lin?” tanya saya sambil mencium pipinya.
“Puas rasanya ke Lombok, dapat plusnya lagi” katanya sambil ke kamar mandi dan beberapa menit sehabis mandi kemudian Linda sudah merapikan bajunya.
“Sampe besok ya, sehari lagi Linda pulang lho”
“Okey, kapan ketemu lagi?”
“Terserah Om dech, tapi jangan terlalu malam ya, nanti Papa curiga lho”
“Gimana kalo jam 19.20 Om jemput?”
“Okey dech, seperti biasa ya” Maksudnya seperti biasa adalah, Linda kujemput pakai mobil sewaan di Senggigi, tapi agak jauhan. Karena jika ketahuan bapaknya khan bisa berabe.
Pukul 19.30 Linda sudah berada dalam mobil bersama saya, dengan memakai rok jins span warna biru dipadu dengan kaos ketat warna putih selaras dengan warna kulitnya. Aduh mak, makin cantik aja nich ABG, pikirku.
“Kita kemana Om?”
“Bandara Selaparang”
“Ngapain ke sana?” tanyanya heran.
“Udah nggak usah banyak tanya, nanti juga tahu”
“Linda ama Papa cuma dikasih ijin satu jam lho Om”
“Maka itu, Om mau kasih hadiah buat Linda”
“Wah, terima kasih Om” jawabnya sambil mencium pipi saya mesra. Saya pilih bandara itu agar bisa romantis dan bisa lebih pribadi, tahu khan pembaca maksud saya, he.. he.. he…

Setelah sampai di bandara, saya parkir mobil di tempat yang agak sepi, kebetulan juga kacanya hitam pekat. Saya ajak Linda pindah ke tempat duduk belakang mobil Kijang itu agar lebih leluasa kalau mepet-mepetan.
“Mana hadiahnya Om?” tanya Linda tidak sabaran, karena tidak tahu apa hadiahnya.
“Om cuma mau kasih hadiah seperti kemaren” selidik saya menunggu tanggapannya.
“Maksud Om?”
“Iya, seperti yang Om ajarkan kemarin, nah itu hadiahnya, tapi Linda mau nggak?”
“Idih, si Om maunya..” jawab Linda sambil tersipu.
Bagi saya itu sudah cukup merupakan tanda setuju dari Linda hingga tanpa menunggu jawaban dari Linda, saya langsung mencium bibirnya dan tangan saya sudah mendarat pada pahanya. Saya elus-elus pahanya yang putih dan masih terbalut oleh jins biru yang sangat seksi hingga memperlihatkan lekuk-lekuk bodinya. Linda juga kelihatannya ingin menghabiskan malam terakhirnya bersama saya dengan tergesa-gesa membuka celana saya sampai separuh dan melahap kontol saya yang sudah kencang dari tadi.
“Teru.. Ss.. Lin..” perintah saya sambil membuka kaos dan BH putihnya yang berenda itu.
“Mmh.. Mmbmnb..” celotehnya tidak jelas karena mulutnya penuh dengan kontol saya yang maju mundur dihisapnya dengan irama yang cepat.
“Ud.. Ahh.. Lin.. Om.. Mau.. Kel.. Uar.. Arghh..”
Tiba-tiba Linda melepaskan kulumannya, dan berganti posisi dengan saya yang berjongkok dan Linda yang duduk sambil membuka rok spannya. Pemandangan yang sangat indah pembaca, Linda memakai CD kuning yang bergambar hati atau cinta.
“Ayo Om, jangan diliatin aja”
“Ya..” jawab saya sambil mencium vaginanya yang masih terbungkus CD kuningnya, jilatan demi jilatan membuatnya geli hingga pinggulnya ke kiri ke kanan tak beraturan.
“Uda.. Hh.. Om.. Buka aja.. Sst.. mmh..” katanya menyuruh saya membuka celana dalamnya.

Dengan dibantu Linda, saya membuka celana dalam beserta sok spannya hingga ia tinggal mengenakan BH saja. Vaginanya yang ditumbuhi bulu halus itu mengeluarkan aroma harum khas wanita, beberapa saat saya cium dan jilat pada bagian dalam vaginanya.
“Sst.. Arggh.. En.. Akk.. Om.. Nah gitu.. Sst”
“Jil.. At.. Om.. Bagian yang itu.. Ya.. Sst..” pintanya pada saya yang membuatnya sangat terangsang.
Sambil menjilat seluruh bagian vaginanya, tangan kanan saya masuk ke dalam BH-nya dan meremas payudaranya dengan lembut dan kadang-kadang memelintir putingnya yang sudah keras sekali.

“Ayo.. Om.. Sst.. Linda.. Nggak.. tahan.. Nih..” rintihnya memohon pada saya.
Saya sudah mengerti maksudnya, Linda sudah sangat terangsang sekali ingin melepaskan hasratnya dengan segera. Kemudian saya berganti posisi dengan Linda saya pangku berhadapan dengan saya sambil membuka penutup payudaranya itu. Maka kami berdua sudah bugil di dalam mobil itu, untung saja keadaan bandara waktu itu belum terlalu ramai karena kedatangan pesawat masih lama.

Pel.. Lan ya Om” kata Linda sambil menggesek-gesekkan bibir vaginanya sebagai pemanasan dulu.
“Gimana Lin..?”
“Udah Om, sekarang aja” ajak Linda sambil memegang kontolku mengarahkannya pada lubang kemaluannya sambil saya juga menyodoknya pelan, kemudian pada akhirnya bless.. masuklah semua kontol saya.
“Arg.. Sst.. Mmh..” rintih Linda karena masuknya kontol saya yang kemudian maju mundur dengan lembut.
Kontol saya serasa diremas-remas dalam lubang kemaluan Linda yang masih sangat kencang sekali, denyut-denyut yang menimbulkan rasa nikmat bagi saya dan tentunya juga L


  • Erna Teman Kencan Facebook ku



    Berawal dari facebook temanku yang memang terkenal ganteng dan playboy di kantorku. Hingga tak salah kalau teman dia di FB hampir menyentuh angka 4000, jumlah yang sungguh fantastis dibandingkan dengan FB ku yang hanya memiliki teman 200 saja.
    Suatu hari saat sedang istirahat siang, kulihat agus sedang asyik chating lewat FB hingga dia lupa makan, sedangkan aku memang lebih sering membawa bungkusan nasi dari Ibu di rumah hingga istirahat siang banyak kuhabiskan di kantor.

    Cerita Dewasa Cerita Sex Cerita Panas Hanya di www.cerita.fridabali.com

    “Dia lagi berantem sama cowoknya” ujar agus saat aku tanya chating sama siapa. “Ni cewek ABG kuliah di fakultas keguruan…. sexy juga….” lanjut si agus.
    Aku acuh saja karena memang keseharian si agus selalu mengejar cewek dari satu FB ke FB yang lain. Hingga kini konon dia pernah berkencan dengan hampir puluhan wanita dari situs pertemanan FB. Mulai dari tante – tante, ibu rumah tangga sampai ABG diembat juga sama dia.
    Iseng aku tanya si agus, “Account nya apa gus.. aku boleh add nggak ?” tanyaku iseng.
    Si agus mengangguk sambil menyebutkan alamat email si cewek ABG itu. Lalu aku search dan kudapati acc FB cewek itu yang ternyata bernama Erna. Sejurus kemudian dia pun meng-confirm friend requestku.
    “Thanks for being my friend” tulisan perdanaku di wall dia. Kutunggu semenit, dua menit hingga 15 menit berlalu, dia tidak merespon comment ku di wall dia.
    Sampai aku dikejutkan dengan tawa si agus.. “Kamu dibilang tua…” celetuk si agus yang masih asyik chat sama Erna.
    Aku pun sedikit tersinggung dengan perkataan Erna tentang aku di chatingan sama si agus. Hingga aku kirim pesan lewat FB “Sorry, remove aja aku kalau aku ketuaan jadi teman kamu”
    Tidak sampai satu menit dia pun membalas “Maaf, bukan maksudku begitu.. pasti si agus yang bilang ke kamu ya… sekali lagi maafin aku, bukan maksudku begitu”
    Aku pun tak membalas lagi message dia karena aku sedang kesal dengan cewek ini. Sampai akhirnya si agus nyeletuk “Sialan dia offline gara – gara aku bilang dia ngomong kamu tua… “. Rupanya si Erna kesel juga chatingan dia dengan agus bocor ke aku hingga Erna memutuskan untuk offline.
    Memang aku akui kalau umurku menyentuh angka 30, angka yang tergolong tua bagi seorang cowok membujang seperti aku. Tapi apa boleh buat, kalau Erna cuma mau berteman dengan orang yang umurnya dibawah 25 tahun.

    Cerita Dewasa Cerita Sex Cerita Panas Hanya di www.cerita.fridabali.com
    Keesokan harinya aku terkejut mendapati hampir ada 5 message di inbox ku yang semuanya dari Erna. Intinya Erna merasa tidak enak hati dan memohon maaf karena sudah membuat aku tersinggung dengan perkataannya yang menyebut aku ketuaan.
    Sampai sampai dia memelas meminta aku menghubungi ponselnya agar bisa meminta maaf secara langsung.
    Selang beberapa hari kemudian aku dikejutkan dengan puluhan tulisan bernada minta maaf di wall ku dan tak kalah banyak message yang masuk ke inbox ku.
    Terpaksa aku hapus satu satu comment comment itu, takut kebaca sama cewekku yang ada di kota lain. Demi mengamankan wall ku, aku pun terpaksa memberikan no ponselku kepada Erna.
    Tidak ada 5 menit aku membalas pesan dia menyertakan no ponselku, ponselku pun berdering dari nomor hp yg tak kukenal. Aku menduga ini pasti erna, hingga terpaksa aku pergi ke pantry untuk menerima telepon dari no aneh ini.
    Benar juga rupanya “Maaf yang mas… ” desah memelas seorang cewek diseberang. “Bukan maksudku menghina atau gimana mas…” lanjut dia.
    “Nggak apa apa mbak, santai aja..” sahutku sekenanya sambil mematikan ponselku. Jujur waktu itu aku masih kesal dan sedikit memaki.. sombong sekali cewek itu.
    Tut tuutt.. tut… tuutt.. suara khas bila ada sms masuk terdengar dari ponselku.
    Rupanya erna mengirimkan pesan spt ini “Sekali lagi mohon maaf mas, bukan maksudku menyinggung perasaanmu, kalau boleh aku mau ketemu mas, aku mau memohon maaf secara langsung, bila perlu aku bersedia mencium kakimu demi sekeping maaf”
    Aku pun rada terkejut, aneh sekali cewek ini. Masalah sepele kok sampai sedemikian serius nya pikirku.
    Yah.. kembali demi memenuhi keinginan dia, aku menyetujui bertemu secara langsung sepulang kerja di sebuah cafe yang cukup terkenal di kota ini.
    Singkat cerita tepat jam 18.00 sepulang kerja aku menggeber motorku ke cafe yang kita sepakati. Sesampai disana aku cuma menemukan beberapa orang yang sedang pacaran, namun ada satu meja berisi seorang cewek yang sedang menyendiri sambil ditemani kue tart ulang tahun.

    Cerita Dewasa Cerita Sex Cerita Panas Hanya di www.cerita.fridabali.com
    Cewek ini cukup sexy dengan kaos putih ketat dia, umurnya sekitar 20 tahunan, aku tak tahu pasti apakah dia erna atau bukan, tapi feeling ku bilang sih itu bukan erna karena foto yang aku lihat di profile FB dia kurang jelas.
    Celingak celinguk sebentar, aku pun lantas memesan kopi sambil menunggu telepon dari cewek ini. Tepat dugaanku saat aku menyelesaikan pembayaran, ponselku berbunyi pertanda ada sms masuk.
    “Aku pake kaos putih sudah di cafe duduk di pojok sendiri..” begitu bunyi sms dari erna.
    owww la la la… rupanya cewek yang tadi aku kagumi itu adalah si erna. Dengan berjalan gontai aku hampiri erna di mejanya.
    Rupanya erna menunggu lebih dari setengah jam, itu terlihat dari minumannya yang hampir habis.
    “Mas Rudy ya…” sapa erna sambil beridiri menjulurkan tangan saat aku sudah berdiri didepan meja dia.
    “iya..!!!!” sahutku pendek sambil berjabat tangan lalu duduk di depan dia.
    Selanjutnya kami mulai ngobrol yang intinya erna meminta maaf sedalam – dalam atas ucapan dia. Aku pun menanggapi dengan dingin sampai erna membuat kotak kue tart lalu menyalakan lilin dengan angka 30.
    “Selamat Ulang Tahun ya mas….” jabatnya sambil berusaha memelukku. Aku pun kagok dengan tingkah dia. Jujur aku pun baru sadar kalau hari ini adalah ulang tahunku yang ke 30.
    Seperti layaknya orang ulang tahun, dia pun mencium pipi kiri dan pipi kanan. Entah getar apa yang terasa, aku merasa ada sentuhan yang terdalam dari pelukan dan ciuman dia walau erna baru pertama kali berjumpa.
    Aku pun masih terdiam karena kaget dan tak menyangka erna sampai berbuat spt itu demi sebuah permintaan maaf. Didalam kegalauan hatiku erna mengagetkan aku dengan satu pertanyaan “Mas ultah, mau aku kasih hadiah apa…?”
    Mulutku masih rapat terkunci tanpa bisa menjawab. “Kenapa mas….!!” desak dia. Dalam hati aku berpikir, Sinta cewek ku saja tidak pernah berbuat spt ini saat aku ultah. Antara gembira dan kesel masih berkecamuk dalam hatiku.
    Berhubung cafe ini hanya menyediakan minum dan bakery saja, erna menawarkan traktiran makan malam di sebuah restoran yang tak jauh letaknya dari cafe ini.
    Rupanya erna saat itu datang memakai mobil dan diantar sopirnya, erna pun meminta sopirnya mengendarai motorku, sedangkan aku bersama dia dalam mobil sedan mewah miliknya.
    Aku seperti sapi yang dicocok hidung nya menghadapi erna, aku tak kuasa menolak apa pinta dia hingga aku pun menurut saja saat aku diajak makan di steak house.
    Singkat cerita kami sudah menyelesaikan makan malam dengan menu spesial steak import yang tak pernah aku makan sebelumnya.
    Kami pun kembali ke rumah erna sambil ngobrol lebih akrab selama perjalanan. Sampailah kami di sebuah rumah mewah besar di pinggir pantai. Rupanya erna anak orang kaya yang memiliki rumah bak villa dipinggir pantai.
    Sebelum berpisah erna pun mendekati ku yang masih berdiri disamping mobil mewahnya. Erna kembali memelukku sambil berbisik “Maafin aku ya mas…”
    Jujur aku menjadi bergairah dengan sentuhan toket erna yang menonjol sexy dibalik kaos ketatnya.
    Aku pun membalas pelukan dia sambil berbisik “Ga pa pa.. santai aja…”
    Iseng aku dekati bibir ku ke bibir dia, rupanya erna membiarkan aku mengecup bibir dia. Merasa diberi angin, aku pun semakin mencium bibir erna lebih keras.
    Dia pun merespon dengan ciuman yang hot serta pelukan yang lebih erat, aku pun semakin panas dan terangsang, seolah tak mempedulikan kalau kami sedang berada di garase.
    Erna pun berdesah saat aku mencium dia lebih kasar sambil meremas remas pantat dia dengan kedua tanganku.
    Erna mungkin juga sudah horny lalu dia menaikan salah satu kakinya hingga memek dia yang terbungkus cd putih tampak jelas. Memek yang masih terbungkus cd itu aku tempelkan ke kontolku yang saat itu masih mengenakan seragam kantor.
    Tak sadar aku sudah menyandarkan erna di mobil sambil mengangkat salah satu kakinya dengan tanganku, kugoyang goyang kan memek dia dengan pinggangku yang membuat dia berdesah lebih erotis.
    Erna berusaha melepas resletingku saat aku masih menikmati ciuman erotis bibirnya. Erna berusaha mengeluarkan lolok ku dari balik relesting, hingga lolok yang tegang dan keras menjulur keluar dari balik celana ku.
    Melihat lolok ku sudah mejulur tegang keluar, erna menyibakan celana dalam dalam nya hingga lolok ku dengan mulus meluncur memasuki liat memek dia.
    Erna berdesah semakin erotis dan pelukan semakin erat. Aku pun menghujamkan lolok ku kedalam memek dia. erna pun berusaha mengimbangi dengan gerakan – gerakan erotis pantat dia.
    Erna rupanya sangat menikmati kontolku, bibir dia sampai melongo dengan mata sedikit mendelik terutama saat aku hujamkan lolokku.
    Tak berselang 15 menit kemudian erna seperti kesetanan bergoyang. lalu berdesah lebih kencang sambil mencakar punggungku. Aku pun tambah teransang dan mencapai puncaknya sedetik kemudian.
    Kusemprotkan carian sperma hangat dari kontolku pertanda aku mencapai puncak gairah ini.
    Mungkin ada sekitar 5 menit kami masih termangu berpelukan erat tanpa mampu berkata kata. Kami berdua tak menyangka dan sadar apa yang telah terjadi tadi.
    Yang kami rasakan, kami merasa bahagia bisa berpelukan erat mesra seolah – olah kami adalah sepasang kekasih yang berpisah ribuan tahun lalu bertemu lagi.
    Ada rasa yang berbeda saat aku bersama erna, entah inikan yang namanya cinta. Yang jelas kami berdua mungkin merasakan kejenuhan dengan pasangan masing – masing.
 Jadi pemuas nafsu sex tante



Jadi pemuas nafsu sex tante Namaku Eko ( kali ini nama asli). Aku tinggal di kota Mataram Lombok. Ceritaku ini terjadi pada tahun 2007 silam. Pada waktu itu aku kuliah di sebuah di salah satu Perguruan Tingi Swasta di Lombok. Aku ambil cuti kuliah untuk bekerja di sebuah radio swasta yang sudah terkenal di kota itu. Waktu itu aku bekerja sebagai kru produksi. Pekerjaannya sangat sederhana yaitu merekam lagu, membuat iklan radio, dan mempersiapkan segala hal yang sifatnya off-air. Pemilik radio itu namanya Bapak Wirata! Dia mempunyai istri yang sangat cantik. Aku biasa menyebutnya dengan Ibu Diah, .Ibu Diah tingginya kira-kira 175cm, bahkan lebih tinggi dari suaminya. Ibu Diah bekerja di sebuah perusahaan swasta di Lombok. Sejak pertama kali bekerja di radio itu, aku udah jatuh cinta ama Ibu Diah untuk pertama kalinya. Ibu Diah ini sangat cantik, mungkin sensual. Tinggi kira-kira 170cm, Payudaranya tidak besar, sama sekali tidak besar. Tapi justru payudaranya yang kecil itu yang membuatku sangat penasaran. Aku selalu terobsesi dengan payudara yang kecil!hihihii..
pemuas nafsu sex tante Suatu ketika ibu diah menyuruh aku ke rumahnya untuk memperbaiki komputernya yang rusak.Sesampai di dalam rumah aku tidak menemukan siapa pun. Dimana Mbak Diah, pikirku. Kulangkahkan kakiku ke ruang tengah. Kosong juga. Wah, di mana nih. Perlahan aku berjalan ke dapur sambil berharap ketemu dengan sang idola. Kalo udah pada tidur ya aku pulang aja. Sampai aku dikejuntukan oleh sepasang tangan yang melingkar dipinggangku dari belakang.
“malam ini temenin Mbak ya”, terdengar bisikan di telingaku.
Tanpa basa-basi aku segera memutar tubuhku dan di depanku telah berdiri Mbak Diah dengan paras yang sangat cantik. Wajah Mbak Diah persis di depanku. Hidungku nyaris bersentuhan dengan hidung Mbak Diah. Terasa hangat di wajahku ketika Mbak Diah menghembuskan nafas. Aku benar-benar dibuat terpesona. Mbak Diah sudah berganti pakaian dengan kimono warna pink. Matanya sayu menatapku. Entah keberanian dari mana yang mendorong wajahku sehingga bibirku mengecup lembut bibir Mbak Diah. Tidak ada perlawanan dari Mbak Diah. Bibirku terus bermain di bibir Mbak Diah beberapa lama. Kurasakan tangan Mbak Diah membuka lembut kemejaku. Aku mencoba melingkarkan tanganku di punggung Mbak Diah. Kuusap perlahan punggungnya sambil terus memainkan bibirku. Lidahku mulai menerobos masuk ke dalam mulut Mbak Diah. Bibir Mbak Diah lembut sekali, wangi dan itu membuatku semakin bernapsu.
Lidahku semakin liar bermain. Kuciumi lagi bibirnya, hidungnya, matanya, keningnya, pipinya, dagunya. Dan semuanya terasa lembut. Napas Mbak Diah semakin memburu. Tanganku bergerak ke bawah mencari2 tali kimono. Setelah ketemu, kubuka talinya pelan. Ketika berhasil kulepaskan, kimono tersebut merosot jatuh ke lantai, Kumundurkan tubuhku dan nampaklah pemandangan yang sangat indah yang sering kubayangkan selama ini. Mbak sudah tidak memakai bra dan cd. Payudara yang selama ini hanya ada dalam imajinasiku kini terpampang jelas di hadapanku. Tampak puting yang kecil berwarna coklat dan merah muda pada ujungnya. Bener-bener sesuai ama selera dan harapaku. Payudaranya kecil, mungkin ukuran 34a. Tapi aku suka banget ama yang segitu.
“Eko Kenapa berhenti?”, ucapnya lirih seraya matanya yang sayu memandangku. Tanpa pikir panjang kuhampiri Mbak Diah dan berlutut di depannya. Aku membungkuk dan mencium lembut jari kaki sebelah kirinya sementara tangan kananku membelai lembut betis kanan Mbak Diah. Yang kudengar saat itu hanya lenguhan nikmat dari Mbak Diah. Kudongakkan kepalaku menatap Mbak Diah. Mbak Diah hanya menatapku sayu dengan nafas yang memburu. Kuarahkan perhatianku lagi ke bawah. Kuciumi lagi kaki kiri dan kanan berganti sementara tanganku mengusap lembut betisnya. Mbak Diah terus mendesis sampai suatu saat Mbak Diah hampir terduduk karena menahan kenikmatan dari ciuman dan belaian di betisnya. Aku bangkit dan kusandarkan tubuh Mbak Diah di tembok dapur dengan posisi tubuh berdiri. Aku berlutut lagi dan kini yang menjadi sasaranku adalah pahanya. Kuciumi pelan paha kanan Mbak Diah. Tangan kanan Mbak Diah mencengkeram tembok. Kuciumi terus mulai dr atas lutut sampai mendekati pangkal pahanya. Tercium aroma yang membuatku semakin mabuk asmara ketika menciumi sekitar pangkal paha. Mbak Diah berusaha mengatupkan pahanya tapi aku menahannya dengan kedua tangan supaya tetap terbuka. Ciumanku pindah ke paha yang kiri sementara tangan kananku bergerak ke atas ke wilayah perut dan mengusap pelan dengan ujung jariku. Mbak Diah semakin mendesis tidak karuan.
“Oh… Eko… Shh… sh…”
Ciumanku terus naik mendekati pangkal pahanya. Dengan gerakan sedikit menyentak kurenggangkan lagi paha Mbak Diah.
Oughhh… Mbak Diah melenguh panjang menerima perlakuanku yang tiba2. Kupandangi sejenak gundukan di depanku. Jembutnya lebat sekali dan baunya wangi. Sambil tetap memegangi kedua lutut Mbak Diah, kujulurkan hidungku menyapu jembutnya. Tubuh Mbak Diah bergetar menerima sapuan hidungku. Tampak samar belahan daging dan kucoba menjilat pelan membelah hutan jembut yang lebat itu.
“Ouhh… Eko…”, tangannya meraih rambuntuku dan menjambak pelan. Lidahku terus menjilat mencari-cari daging nikmat. Kurasakan ada cairan menempel dilidahku. Gurih terasa di muluntuku. Muluntuku pun mulai menghisap gundukan indah Mbak Diah.
“oh… Sshh… Sshh… Eko… enak banget kooooo…”, desah Mbak Diah. Desahan itu membuatku semakin ganas. Kontolku sudah tegang dari tadi tapi aku ingin bermain dengan Mbak Diah. Hisapanku di memek Mbak Diah semakin liar. Sementara Mbak Diah meliuk-liuk menerima serangan di memeknya.
“Eko.. Kamu kok pinter banget sih…”, kata Mbak Diah manja. Aku hanya tersenyum aja mendengarnya.
Perlahan ciumanku naik ke perut Mbak Diah. Tidak lama di situ aku berniat untuk langsung menyerbu payudara Mbak Diah. Aku segera bangkit. Kupandangi sejenak payudara Mbak Diah yang sedari tadi belum kusentuh sama sekali. Lalu kupandangi wajah Mbak Diah, titik2 keringat bermunculan di keningnya. Kumajukan wajahku ke arah payudara Mbak Diah, tanpa mengalihkan pandangan dari matanya. Sampai di payudara yang sebelah kiri kukecup pelan putingnya. Mbak Diah mendongakkan wajahnya menerima sensasi kecil di putingnya. Kukulum puting payudara kiri Mbak Diah. Terasa hangat di dalam muluntuku. Mbak mulai mendesis lagi.
“terusin kooooooo… terusin”,
Aku semakin gencar mengulum puting payudara Mbak Diah. Sesekali kusedot dengan keras.
“Ahh.!” Mbak Diah berteriak kecil.
Aku melirik ke payudara yang sebelah kanan. Segera kuarahkan bibirku ke puting kanan. Perlakuanku beda kali ini. Aku menyerbu payudara kanan Mbak Diah dengan sangat liar sementara tangan kananku memegang dengan kuat payudara yang kiri. Menerima perlakuanku yang berubah drastis, Mbak Diah berteriak keras dengan menggoyangkan kepalanya kiri kanan. Keliaranku itu bertahan selama 10 menitan sementara kontolku sengaja kugesek-gesekkan ke memek Mbak Diah.
Mbak Diah terus menerus meracau. Tidak jelas apa yang diucapkan. Aku sudah tidak tahan lagi. Segera kubalik tubuh Mbak Diah kupaksa untuk menungging. Mbak Diah menahan tubuhnya dengan tangan di tembok. Kuarahkan kontolku ke memek Mbak Diah. Pelan aku coba menerobos liang memek Mbak Diah. Agak susah juga mencari posisi lubang vagini Mbak Diah. Setelah beberapa saat akhirnya kontolku sudah berada dalam jepitan memek Mbak Diah.
“Mbak…” aku menahan sebentar kontolku. Mbak Diah melenguh panjang.
“ouhh…hss…koooooooooo…”
aku segera menarik kontolku pelan sampai tersisa kepalanya dalam memeknya. Lalu kutusuk lagi dengan gerakan cepat. Mbak Diah lagi-lagi melenguh panjang. Kulakukan berulang kali sampai 15 menit. Tanpa berganti posisi aku percepat gerakanku. Tanganku kubiarkan bebas menggantung. Kontolku terus kupacu di dalam memek Mbak Diah. Sampai suatu ketika tubuh Mbak Diah mengejang hebat dan Mbak Diah melolong hebat merasakan orgasme pertamanya. Tubuh Mbak Diah bergetar beberapa saat. Aku harus menahan tubuhnya karena seperti mau terjatuh ke lantai. Sebenarnya aku juga sudah hampir sampai tapi sekuat tenaga aku bertahan. Aku tidak mau permainan ini cepat selesai.
Kudiamkan sebentar kontolku di dalam memek Mbak Diah dan membiarkan Mbak Diah mengatur napasnya, menikmati orgasmenya.
Beberapa saat kemudian, aku melanjuntukan lagi serbuanku ke memek Mbak Diah.
“Oh…uh…oh…uh”, suara Mbak Diah keenakan.
“Ko, enak banget”, tambahnya lagi. Tangan kirinya meraih tangan kiriku dan meletakkannya di payudaranya. Sensasi di dua wilayah sensitifnya membuatnya buk diah ga semakin ga karuan. Sodokanku di memeknya kupercepat sementara tanganku semakin kuat di payudaranya. Akhirnya, aku mengeluarkan senjataku yang terakhir. Tangan kananku yang bebas kuarahkan ke lubang anusnya. Kuludahi anusnya dan kuusap keras bagian anus Mbak Diah. Sekarang 3 bagian sensitifnya habis aku garap. Mbak Diah semakin menikmati permainanku. Kepalanya terayun-ayun menambah keseksiannya. Badannya terus terguncang-guncang menerima sodokan kontolku. Aku pun mulai kacau merasakan sensasi di kontolku.
“Mbak, enak banget Mbak”, kataku?
“heh…uh… terusin ko. Ahh…”
Jariku mencoba menerobos ke liang anus Mbak Diah. Aku tidak berani terlalu dalam. Takut menyakiti Mbak Diah. Kontolku terus menghunjam di memek Mbak Diah. Sampai akhirnya aku merasakan gelombang sangat kuat yang siap menerobos keluar dari kontolku.
“Mbak… Aku dah mo keluar Mbak… Mphhh…”
Iiiiyyaaaa ko… mbak juga… aaayooo koooo…”
Kupercepat gerakanku. Kontolku terus menerobos memek sampai akau tidak kuat lagi menahan gejolakku…
Croot…croot…croot… Ah… Ah… Ah…
Gerakan kontolku kuhentikan di dalam memek Mbak Diah. Dan tubuh Mbak Diah pun bergetar sangat hebat. Tangan kirinya mencengkeram tangan kiriku yang bermain di payudaranya dengan sangat kuat.
“AHHH…ekooooo”, teriaknya memenuhi ruangan dapur.
Kujatuhkan kepalaku ke punggung Mbak Diah. Kutarik kontolku pelan-pelan, dan kuhunjamkan lagi ke dalam memek Mbak Diah tapi dengan gerakan yang sangat pelan. kedua tanganku memegang lembut payudara Mbak Diah. Nikmat banget. Sumpah nikmat banget. Kuciumi pelan punggung Mbak Diah sementara Mbak Diah ga tahan menerima orgasmenya.
Setelah beberapa saat, aku tetap membiarkan kontolku bertahan di dalam memek Mbak Diah. Lalu, pelan-pelan kutarik kontolku. Mbak Diah melenguh merasakan gesekan pelan di memeknya.
“Mbak… Nikmat banget. Mbak cantik sekali”, bisikku pelan.
“Eko… Kamu hebat. Hhh…mbak nggak ngira kamu mau ama mbak”, katanya sambil membalikkan tubuhnya dan kini duduk terkulai lemas di lantai.
Aku tersenyum aja mendengarnya.
“Kapan-kapan, kalo mbak pengen, Eko mau ya nemenin Mbak lagi?”
“Mmmmm… Siap Mbak! Apapun buat Mbak!”, jawabku sambil tersenyum manis.
this is the fisrt my sex story with Tante Diah, istri bosku. Setelah hari itu, selama empat hari aku nemenin Mbak Diah tiap malam. Ga jadi nyesel deh, Pak Wir banyak ijinnya. Ijin terus aja Pak wirrrrr… Setiap bosku keluar kota aku selalu menemani Mbak Diah dan memberinya kepuasan. Demikian juga Mbak Diah memberiku pengalaman, dan sensasi sex luar biasa kepadaku!  pak wirata sorry ya bos saya sudah mengentot istri sexy anda!hihihihii………
Skandal sex dengan teman kantor


Skandal sex dengan teman kantor..Ini pengalaman sex pertamaku.
Sebut saja namaku Bagus umurku 30 thn, kejadian ini terjadi sekitar setahun yang lalu. Saya bekerja di sebuah perusahaan swasta.. Pada waktu itu saya lagi jomblo, udah setahun lebih saya menutup diri. Sudah banyak temanku yang ingin memperkenalkan saya dengan kerabatnya (bukan banggain diri bro). Tapi saya tidak bergeming. Entah kenapa….
Skandal sex dengan teman kantor Singkat cerita, pada suatu sore menjelang malam, saat itu saya masih lembur di kantor. Tiba tiba saya rasa ada seseorang yang memperhatikan saya. Karena penasaran saya melihat ke belakang saya… tiba2…
DUARRRRRR… sempet kaget, ga taunya temen sekantorku, silvi namanya (samaran bro).. kebetulan dia kakak dari mantan saya dulu… sudah bersuami dan punya anak satu.
“eh elu vi…. Ngagetin aja. Kok belum pulang?” tanyaku.
“iya nih mas. Masih ada kerjaan yang harus selesai malam ini”
”mas Bagus juga belum pulang?” tanyanya.
“sama vi.. daripada kerjaan saya bawa pulang, kalo dirumah udah ga kesentuh lagi”
“mas punya rokok ga? Mulut saya pait, dah sejam saya ga ngrokok”. “Ini ada vi, lu ngrokok jg yah?” Tanyaku. Tanpa memperdulikan tanyaku dia menutup pintu ruanganku, “mas pintunya sy tutup yah, numpang ngokok disini”. Sya biarkan dia ngrokok di ruanganku. Sambil sibuk di depan komputer, sya melanjutkan pekerjaanku. Sesekali mencuri pandang ke silvi, tiba2 nafasku berubah menjadi berat menahan nafsuku yang tiba2 naik melihat kemolekan tubuhnya yang dibalut celana jins ketat dan kemeja lengan panjang yang agak terbuka di bagian dadanya. “kenapa mas? Kok nglihatnya kayak gitu” tanyanya memecah lamunanku
Sambil ngeles saya jawab, “ternyata udah mahir lu ngrokok”. “udah biasa pake rokok yang besaran mas” jawabnya genit. Ga terasa udah 2 batang rokok dia hisap. “mas sya ke ruanganku lg yah, makasi” sambil pergi dia melambai sambil memberi kecupan dari jauh. Sy hanya tersenyum melihat tingkahnya yang genit.
Pas jam 9 malam sy udah berniat pulang, ku buka pintu dan melangkah keluar kantor. Dari belakang ada yg panggil sy… “Mas” ternyata silvi.. “nebeng mas pulang”.
“ayo” jawabku.. rumah silvi masih satu komplek dengan rumah sy. Selama di perjalanan, terasa hening tanpa kata, ku coba untuk memecah keheningan,
”udah lama vi lu mulai ngrokok, gw lihat kayaknya udah kayak perokok berat”
”baru mas, baru 2 tahun belakangan ini”.
”emang suamimu tau kalo kamu ngrokok?” ”ga tau mungkin mas” tanpa ditanya dia mulai curhat masalah suaminya,
katanya ”di rumah rasanya kayak di neraka mas, mau ini mau itu ga boleh, padahal cuman hal hal sepele sering membuat suamiku marah”. Sy bingung mau komentar apa. Daripada salah komentar aku cuman jadi pendengar setia. Ketika perjalanan sudah masuk kegerbang perumahan kami, sy merasakan silvi dari tadi memperhatikan sy. Ketika sy tanya ”kenapa vi?” dia hanya tersenyum. Sampailah di depan rumah silvi, tiba2 dia mengecup pipiku, ”makasih mas ya” sy kaget atas perlakuan silvi barusan. ”ii…iya sama sama vi, sy langsung pamit yah, udah malem”, dia mengangguk.
Ku jalankan mobilku menuju ke rumahku yang tidak jauh dari rumah silvi. sampai di rumah tiba2 hpku bunyi, ternyata sms dari silvi ”mas sebenarnya sy menyimpan rasa suka sm mas Bagus, ga tau kenapa sy merasa nyaman di dekat mas” gila pikirku, sy balas aja tanpa pikir panjang ” sy jg suka dengan tubuhmu yg indah vi, maaf saya blak blakan ngomongnya”. Dia balas lagi,”ga papa mas sy suka orang berterus terang sama sy, mas mau kan jadi TTMku?” setengah ga percaya aku balas lagi,” kamu kan dah punya suami vi.. tp kalo cuma just have fun, aku si fine-fine aja vi”.
Silvi balas lagi,” makasi mas ya, aku merasa ada sesuatu pada diri mas yang ga ada pada suamiku”.
Setelah itu sy buka baju yg seharian dah sy pake, terasa lengket badankuku, sambil bawa handuk aku pergi ke kamar mandi. Sambil mandi, entah kenapa pikiranku tertuju pada kemolekan tubuh silvi, kulitnya yang putih bening membuat kontollku hidup. Sambil mengelus-elusnya aku membayangkan tubuh silvi yg seksi tanpa busana. tiba tiba hpku bunyi lg membuyarkan lamunanku. Cepat-cepat sy selesaikan mandi dan handukan.
Setengah berlari aku menuju kamarku, sesampai di kamar ternyata bunyi hp berhenti, sy lihat ternyata missed call dari silvi. Sy abaikan panggilan tersebut bergegas ke dapur mau bikin kopi kental kesukaanku. Tak lama kemudian hpku bunyi lagi, telpon dari silvi lg,
”halo vi, ada apa? Kangen ya” jawabku nyeletuk.
”iya nih mas, sy ga bisa tidur.. mas masih punya rokok ga?”
”ada vi ” jwbku.
”sy kerumah mas yah, sy pengen ngrokok lg”
”trus kalo suamimu tau?”
”suamiku ga bakalan tau mas, dia lagi dinas luar kota. Boleh kan mas sy kerumah” tanya silvi.
”boleh aja, iya deh sy tunggu ya vi”jawabku
”iya mas, 10 menit sy dah nyampe rumah mas”
”Oke vi” jawabku seraya kututup telponnya.
Sambil menunggu silvi dan lanjutin bikin kopi, muncul pikiran jahatku. Aku harus dapatkan tubuh silvi malam ini. Tak lama terdengar suara ketukan pintu, aku menuju ke pintu hanya memakai handuk, ternyata silvi dah dibalik pintuku. Dengan memakai baju tidur tipis sepinggang dan celana pendek sebatas pangkal pahanya, terlihat belahan pahanya tertutup celana pendek ketat, kontolku yang kedinginan langsung berdiri secara otomatis ”busyet, mulus banget bodinya” gumanku
”masuk vi”
”kok kayak habis lari aja?” tanyaku sambil ke dapur nglanjutin bikin kopi
”iya mas, tadi saya lari, habis takut pas di pengkolan jalan itu gelap”
Tanpa basa basi lagi dia tanya,”mana mas rokoknya?
“di kamar vi, di atas meja kecil” tanpa menghiraukanku dia masuk ke kamarku dan membakar rokok sambil tiduran di tempat tidur. Ternyata dia sudah sakau dengan rokok. Aku masuk kamar mau ambil baju karena kedinginan Cuma pakai handuk. Sambil menyaut rokok di meja kecil sy bergegas keluar kamar sambil membakar rokok di bibirku.
“mas ganti bajunya disini aja” celetuk silvi genit
“ya udah, sy ganti baju disini ya, tapi kamu jgn lihat” jawabku.
“iya mas, sy ga akan ngintip”
Pas sy buka handuk mau pake baju, ternyata silvi mengintip dan tanpa disadarinya berucap,”Haaaaaa.. gede amat mas kontolmu.”
Aku terkaget dan refleks kututup pake haduk lagi. Perlahan-lahan tapi pasti silvi mendekatiku sambil duduk di bibir ranjang,”mas boleh pegang kontolnya mas?” sebelum ku jawab dia menyambar batang tongkolku yang sudah terbangun dari tadi. Dan mengelus-elusnya dengan penuh nafsu.” Gila pikirku rasanya seperti melayang jauh. Tanpa basa-basi aku tarik silvi berdiri, sambil menggerayangi tubuh silvi yang ku idam-idamkan.
”Mas, bukain dong bajuku” pintanya
Tanpa pikir panjang aku lucuti semua kain yang menutupi tubuh silvi
Tersembullah toketnya yg indah, putih terlihat urat nadinya seperti menempel di atasnya. Indah sekali. Tanpa banyak bicara kuremas dan kujilati dengan ganasnya, ”oooouuugh pelan-pelan mas, sakit” rintihnya
Ku urungkan rencanaku pake baju, ku dorong pelan2 dia ke bibir ranjangku sampai dia terduduk dan ku angkat tubuh silvi yg langsing mengatur posisi yang nyaman. Ku tindis dia dan ku kulum bibirnya dengan penuh nafsu sambil ku gesek-gesekkan batang kontolku ke pangkal paha silvi yang masih terbalut celana pendek.
”mas sakit, mas lepas aja celanaku biar memekku ga sakit.
Dengan tangan gemeteran aku membuka celana silvi, ternyata dia sudah tidak pake cd.
”mas kok gemeteran tangannya” tanyanya
”Iya nih vi, ga tau. Apa gara2 belum pernah beginian kali vi” jawabku
Dia tersenyum melihatku.
“Masa belum pernah ngentot sih mas, masih perjaka ting ting dong”
“beneran vi belum pernah sebelumnya nglakuin kaya gini”
Kemudian dia tanya tentang hubunganku dengan adiknya dulu.
“emang masBagus belum ngapa-ngapain adikku dulu”
“menyentuh toketnya aja belum pernah vi, hanya sekedar pagut-pagutan bibir aja. Kalo ga percaya tanya adikmu tuh” jawabku kesal
“iya mas aku percaya, lupakan saja tentang adikku”
“Kan ada saya disini mas” tak lama kemudian kutindis tubuhnya sambil melahap toketnya yang indah. Kuremas pelan dia merintih,” oooooh mas geli, nikmat mas.” makin lama makin ke bawah jilatan lidahku, sampai di atas perutnya ku ciumi perutnya yang indah, menggelinjang silvi sambil mendorong kepalaku ke bawah lagi. Aku mengerti silvi sudah tidak tahan lagi untuk dijilatin memeknya.
“Mas tolong jilatin mas….. oooough”
Segera kumainkan lidahku di bibir memiauwnya yang sudah dibasahin cairan dari dalam memiaunya. Ku jilatin dengan tanpa ampun hingga dari mulut silvi terdengar erangan “aaaaaaahhh mas udah ga kuat, masukin punya mas ke memekku mas, cepetan udah ga tahan”
Segera kurubah posisi hingga batang tongkolku sudah di bibir memiaunya. Ku gesekkan lagi diluar memiauwnya.
“Aaaaaaaaah mas, cepetan masukin”
“Iya sayang, mas masukin ya” ternyata memasukkan kontol ke memek itu susah, padahal memek  silvi sudah pernah dilewati bayi waktu dia melahirkan.
“Blesssss” dan akhirnya bisa menembus bibir memek silvi.
“Ouuugh terus mas, mentokin”
Belum pernah sy merasakan sensasi keikmatan seperti ini, ku goyangkan pinggulku maju mundur berulang ulang tanpa menghiraukan rintihan silvi. setelah kurang lebih 30 menit Kurasakan cairan dalam memek  silvi tambah banyak sampai tumpah membasahi sprei… “oooouuuuuh masssssss say ya ddah mau keluar… cepetin lagi massssss ssssssh”
Ku percepat ritme gerakan pinggulku… “pyok pyok pyok” terdengar suara kontolku menghujami memek  silvi….
‘sy juga dah mau keluar vi tahaaaaan”
“Aaaaaaaahhhh mas sssssssh keluar mas”
Tak lama sesaat keluar juga cairan semenku ke dalam liang memek  silvi… “oooooh” ‘crut crut crut’ nikmat banget, lebih nikmat dari masturbasi  yang sering aku lakukan sendiri.
Ku biarkan sejenak batang kontolku di dalam liang vagina  silvi merasakan kedutan kedutan yang tersisa di bibir vagina  silvi.
Terkulai lemas tubuh silvi setelah mencapai klimaksnya, aku pun menindis tubuh silvi sambil mengulum bibirnya lagi.
“mas, kamu hebat… belum pernah saya merasakan orgasme sama suamiku”
”Kamu juga hebat vi, nikmat betul tubuhmu”
”vi, bobo aja disini ya, ga usah pulang. Udah malam”
“engga mas, sy harus pulang. Saya takut ketahuan orang orang kalo pulang pagi”
Dengan berat hati aku meng-iya-kan.
“Besok aku pasti ke sini lagi mas” jawab silvi.
“Kita main kuda-kudaan lagi mas, kan suamiku masih sebulan lagi pulang dari luar kota”
”iya yah, bener lho, aku tunggu besok malem sepulang kerja. Pintu sengaja ga aku kunci besok, jadi kamu langsung aja masuk ke rumahku, oke sayang”
Setelah merapikan bajunya, dia pamit pulang.
Aku mengantarnya sampe depan pintu,silvi ga mau diantar pulang, takut ketahuan orang katanya. Kami pun pelukan sebelum dia pergi.. ”mmmmwah mmmmmwah” ku kecup keningnya ”hati2 ya sayang” ucapku
Setelah beberapa lama kemudian aku sms silvi ”udah nyampe rumah vi?”
”udah mas, sy senang bisa orgasme dengan mas Bagus  hati sy berbunga-bunga” jawabnya
“kamu telah ambil keperjakaanku vi….” jawabku
”ha ha ha, iya mas aku telah ambil itu darimu. Dah lama aku inginkan itu mas” jawabnya .
”see u 2morrow sweety, mmmmah” jawabku
Selama sebulan penuh kami melakukan ML setiap hari. kadang dirumahku, kadang kami pun menyewa hotel , sampai akhirnya suami silvi datang dari luar kota.
Setelah itu tidak ada kabar lagi dari silvi, aku pun tidak menanyakan hal itu, karena kurasa harus kusudahi hubungan terlarang ini.
Dua bulan kemudian sy pun pindah ke luar kota dan menikah dengan gadis pilihanku. Ku simpan semua yang telah terjadi denganku dan silvi jauh2.
Terakhir ku dengar silvi melahirkan anaknya yang ke dua, kalo dihitung, tepat 9 bulan setelah kejadian terlarang itu. Entah anak dari suaminya atau anak dariku yang dilahirkannya itu.


Skandal sex bercinta dengan customer, 



Skandal sex bercinta dengan customer, Kejadian ini sudah lewat setahun yang lalu. Aku bekerja di bagian EDP sebuah perusahaan swasta di daerah Kuningan, Jakarta. Untuk sambilan aku juga punya usaha kursus private komputer. Siang itu Ibu Vivi, salah satu klien telepon. Katanya dia belum tahu juga cara mengirim e-mail. Maklum baru sekali aku mengajarinya. Dari pembicaraan disetujui untuk ketemu jam 7 malam. Karena dia sampai rumah jam 6 sore. Dia kerja jadi interpreter bahasa Jepang.
Skandal sex bercinta dengan customer Jam 18.45 aku sudah sampai di Lobby Apartemen-nya di bilangan Benhil. Tidak lama dia nongol di Lobby dengan masih memakai pakaian kerjanya, dan segera mengajak saya naik ke Apartemennya. Tanpa ganti baju, dia langsung ke meja komputernya dan menghidupkannya. Tidak lama masalahnya beres, e-mailnya bisa terkirim semua. Dia cuma lupa tidak clik “send & receive”.
Kemudian dia minta diajari browsing memakai Explorer. Berhubung dia jarang memakai komputer, maka dia terlihat kaku cara memegang mouse-nya. Entah apa sebabnya aku bermaksud memberinya contoh, eh tangan dia masih memegang mouse. Yah tangannya keremas oleh tanganku yang kekar dan keras. Aduh.., halus juga tangan Ibu Vivi. aku buru-buru menarik tanganku, tidak enak takut dikatakan kurang ajar. Suaminya adalah teman bosku. Kalau dilaporkan bisa-bisa aku dipecat. Dia melepaskan mouse, dan gantian aku yang memegang mouse-nya sambil memberitahu dia tentang perbedaan bentuk kursor.
Aku belum menyuruhnya mencoba, eh.. tangannya langsung memegang mouse yang masih aku pegang. Yah tahu sendiri kan tanganku yang dia pegang. Aku ingin melepaskan tapi sayang karena halus sekali telapaknya. Dan bau parfumnya juga lembut, membuatku betah di dekatnya. Aku biarkan saja. Aku pikir dia akan melepaskan tanganku, eh.. ternyata tidak lepas juga tanganku dari genggamannya. Malah tanganku dielus-elus dengan lembut. Maklum tanganku bulunya juga lumayan lebat.
Aku beranikan diri untuk menegurnya, “Ibu.., sebentar lagi Bapak pulang..”. Belum sempat berkata banyak, jari telunjuk tangan satunya diletakkan di depan bibir sambil, “psst..”, dan kata dia, “Hari ini dia ke bini tuanya..”. Aduh rejeki nomplok nih, kataku dalam hati. Tapi aku pura-pura tidak berminat. Meski dalam hati sudah suka sekali.
Tanganku yang masih memegang mouse masih di elus. Kebetulan aku duduk di sebelah kanannya, jadi tangan kiriku bebas. Dan lagi kursinya tidak memakai tangan-tangan. Makin nikmat saja. Tangan kirinya mengelus tangan kiriku dan diangkatnya, dan ditaruh di atas pahanya yang putih dan mulus. Meski dia tidak memakai rok mini, tapi karena duduk, ketarik juga ke atas. Roknya yang biru tua menambah kontrasnya warna.
Setelah meletakkan tanganku, tangan Ibu Vivi bergerak lagi ke tengkukku, dan dielusnya. Wow.., kini makin panas badanku. Secara refleks tanganku juga membalas aksinya, dan kuelus pahanya pelan-pelan. Makin lama makin ke atas menuju pangkalnya. Roknya pun makin tersibak ke atas terdorong tanganku. Makin ke atas makin mulus. Kuusap pangkal pahanya dan matanya mulai nanar.
Ibu Vivi sebenarnya biasa saja, tidak terlalu istimewa. Tingginya juga tidak sampai 160 cm. Kalau berdiri dia tidak lebih tinggi dari pundakku. Cuma body-nya sungguh menggiurkan dan kulitnya juga putih mulus. Maklum dia masih keturunan Chinesse. Kasihan dia, cuma jadi istri muda. Jadi jatah batinnya tidak terima full. Padahal usianya belum sampai 30 th, hampir sebaya aku.
Kini tanganku sudah hilang di dalam rok kerjanya, mengusap-usap pangkal pahanya. Kemudian dia berdiri di depanku yang masih duduk. Lalu kancing bajunya dibuka semua. Tapi bajunya tidak dilepas. Dia tarik tanganku, dipindahkannya ke pinggangnya. Kaus dalamnya kuangkat, dan perutnya yang putih bersih pun terpampang di depanku. Kuciumi perutnya dan sekeliling pusarnya kujilati. Dia menggelinjang kegelian. Kedua tangannya mengacak-acak rambutku dan kadang kala dijambaknya.
Baju dan kaus dalamnya sudah lepas dari roknya. Kaus dalamnya kuangkat lebih ke atas, dan tampak BH-nya menyangga bukit yang tidak terlalu besar tapi juga tidak terlalu kecil. Pokoknya bentuknya bagus dan ukurannya pas. Dan tentu saja halus. Kebetulan kancing BH-nya di depan, jadi tanpa usaha lebih keras aku sudah bisa melepas BH-nya. Bukit kembarnya tersaji jelas di depanku. Sedikit kendor, tapi masih oke.
Aku sambut salah satu putingnya yang berwarna coklat muda dengan bibir dan lidah. Sementara tangan kananku melintir putingnya yang satu lagi. Seperti mencari gelombang radio. Betul juga.., tidak beberapa lama terdengar desis seperti gelombang FM stereo. Tanganku yang satu lagi menyusup ke dalam roknya dan meremas-remas pantatnya yang juga sudah agak turun. Maklum lah sudah hampir 30 th umurnya.
Tangan Ibu Vivi (Oh ya aku tetap panggil dia Ibu karena dia customerku) yang satu lagi sudah pindah aktivitasnya ke selangkanganku. Penisku yang sudah tegang tampak jelas menonjol dari balik celanaku. Itu yang menjadi sasaran akTVitasnya. Bahkan zipperku sudah dia turunkan, jadi tampak jelas ujung moncong meriamku dari balik celana dalamku.
Karena dielus terus penisku bertambah panjang sampai ukuran maksimalnya. Kira-kira 2 centimeter di bawah pusar. Tangannya pun sudah masuk ke dalam CD-ku dan mulai mengocok-ngocoknya. Akhirnya ujung penisku keluar dengan sendirinya dari balik CD-ku. Akupun tidak mau kalah, tanganku yang di pantatnya, aku pindah aktivitasnya ke sela-sela pahanya. Dari CD-nya sudah terasa kalau vaginanya sudah basah. Aku tarik sedikit CD-nya ke bawah, dan dengan sedikit digeser ke samping, aku sudah bisa memegang belahannya. Lalu kuusap-usap dengan jari tengah. Sementara desis FM stereonya makin keras terdengar, “Ssst.., uuhh.., uhh.., sst”.
Dengan dibantu jari telunjuk, aku pegang clitorisnya yang kebetulan agak panjang dan kupilin nakal. Gerakan badan Ibu Vivi makin keras dan kepalanya sering ditarik ke belakang. Badannya bergetar. Suaranya makin seru, untung di apartemen, jadi tdak terlalu gaduh karena jauh dari tetangga.
“Yan.., lepasin celanaku.., aku sudah nggak tahan”, bisik Ibu Vivi. Dengan patuh aku penuhi permintaannya. Sementara tangannya sibuk melepas sabukku dan memelorotkan celanaku serta CD-ku sekaligus hingga lutut. Dia agak terkejut melihat penisku.
“Kamu punya ukuran boleh juga.., dari pertama kamu ke sini sudah kuperhatikan, makanya aku pingin”, katanya setengah sadar setengah terdengar.
Sementara CD-nya sudah tergeletak di lantai. Aku masih duduk di kursi tanpa sandaran tangan. Kuangkat roknya dan aku cium pahanya. Bahkan aku sempat kasih tanda merah di kedua pangkal pahanya. Dia sudah tidak sabar lagi, tanpa memberiku kesempatan untuk melepaskan celana secara sempurna, dia sudah memegang ujung penisku dan dibimbingnya menuju lubangnya yang basah dan hangat. Serta berbulu sedikit pada bagian atasnya saja.
Pelahan tapi pasti Ibu Vivi menurunkan pantatnya, “Bless”. Matanya terbelalak merasakan batang penisku menyusup dengan hangat ke lubang vaginanya. Rupanya basahnya sudah sempurna hingga tanpa kesulitan sudah ¾ batang penisku masuk ke vaginanya. Tapi berhenti sampai di situ saja, tidak di terusin lagi.
“yan.., batang penismu panjang betul”, katanya sambil mulai menaik-turunkan pantatnya. Sementara aku menenangikan pikiran, ambil napas, dan kosentrasi ke tempat lain. Biar customerku puas duluan. Aku coba memperhatikan TV yang sedang menyiarkan sinetron. Jadi konsentrasiku tidak tertuju pada penisku yang sedang dikerjai habis-habisan oleh Ibu Vivi. Naik turun, digoyang ke kiri dan ke kanan, diputar. Entah diapain lagi. Eh.., bener tidak lama badannya terasa bergetar lalu melenguh seperti sapi.., uhh.., yang lebih keras dari sebelumnya dan tiba-tiba memelukku kencang sekali dan jarinya meremas punggungku. Untung aku masih memakai baju. Kalau tidak, bisa-bisa kuku Ibu Vivi menancap di punggungku. Keringatnya menetes ke baju kerjanya yang belum sempat dilepas, terlihat makin cantik dengan tetesan keringat di rambut dan keningnya.
Sementara biji pelirku juga terasa basah oleh cairan dari vaginanya.
“Ugghh.., gila, nikmat sekali”, katanya.
“Ibu terusin aja”, aku nimpali.
“Ah.., panggil Vivi aja, entar aku lemas banget”, jawabnya.
Batang penisku juga sudah terasa kesemutan, mau menumpahkan muatannya. Tapi aku tahan dulu. Kuangkat kedua kakinya di belakang lututnya dengan kedua tangan, sehingga seperti digendong. Tapi batang penisku masih menancap di lubang vaginanya. Lalu aku jalan menuju tembok dan aku rapatkan badannya ke tembok dengan tetap kugendong. Bagiku tidak ada masalah mengangkatnya. Tidak percuma aku hobby olah raga. Lalu aku mulai menggoyang pinggangku maju mundur, goyang kiri, goyang kanan. Matanya sebentar-sebentar terpejam, sebentar kemudian terbuka lebar. Sisa air yang dia keluarkan tadi menimbulkan irama yang teratur seirama dengan goyangan pantatku. Tidak lama dia keluarkan lagi muatan dari dalam vaginanya. Suara erangannya lebih seru dari yang pertama. Leherku dipeluknya kencang, didekap ke dadanya, disela-sela bukit.

Yan, kamu sudah nyampe belum?”, tanyanya setelah berhasil mengatur nafasnya.
“Hampir Bu”.
“Turunin aku dulu”, tanpa mengiyakan, aku turunkan tubuhnya lalu melangkah ke meja tamu mengambil tisue.
Dia memasukkan tangannya ke dalam roknya dan dia mengelap vaginanya yang basah kuyup. Sementara batang penisku berdenyut-denyut semakin keras pertanda muatannya minta dibongkar. Dengan tidak sabar aku ikuti Ibu Vivi ke ruang tamu, dan dari belakang aku peluk dia. Lalu aku minta dia menunduk dengan kaki mengangkang. Lalu aku naikkan rok kerjanya hingga pantatnya yang putih kemerahan dan vaginanya yang putih kemerahan dengan bulu yang tipis tampak menantang untuk dijamah. Dengan bepegangan pada sandaran tangan kursi tamu.

Dia menikmati lagi sentuhanku. Kali ini yang bekerja lidahku. Aku jilat sedikit clitorisnya dan di jilati agar basah lagi. Tidak sampai dua menit sudah tampak ada cairan bening lagi di vaginanya. Maklum lampunya tidak dimatikan dan terang lagi. Jadi detailnya kelihatan jelas. Aku akhiri kegiatan jilat menjilat, karena muatanku sudah meronta minta dikeluarin. Lalu aku masukkan lagi dari belakang penisku ke vaginanya. Dia mendesis lagi demikian juga aku. Hangat dan lembab. Lalu aku mulai goyang kiri kanan, kadang-kadang aku putar. Sementara aku makin berat menahan muatanku, aku tanya dia, “Bu boleh keluari di dalam..”.
“Boleh, emang sudah hampir..”.
“Ya”.
“Kita sama-sama ya”.
Aku goyang terus sampai aku merasa sangat nikmat karena muatanku sudah sampai di dekat pintu. Lalu kupeleuk dia dari belakang sambil aku remes dadanya. Dan, “cret.., cret.., cret”, air maniku muncrat di dalam lubang vaginanya. Dan Ibu Vivi pun merintih lalu mencengkeram tangan-tangan kursi dengan erat serta badannya bergetar dan menegang. Rupanya dia klimaks juga. Dengan penisku dan vaginanya masih bersatu aku tetap memeluknya dari belakang.

“Thanks Yan.., kamu sangat hebat. Kamu telah memberiku kenikmatan seks yang tiada”.
Cuma kujawab, “Ibu juga hebat”.
Tiba-tiba aku merasa ada cairan hangat meleleh dari vaginanya, dan jatuh ke lantai. Rupanya air maniku dan air kenikmatannya bercampur jadi satu dan jatuh. Lalu aku cabut penisku yang sudah lemas dan “pluk” suaranya seperti botol sampanye dibuka. Dengan rok kerja yang masih terangkat dan dipeganginya, dia berbalik ke arahku dengan memperlihatkan bulu kemaluannya yang tipis dan tersenyum. Tidak lama dari vaginanya jatuh lagi campuran maniku dan air kenikmatannya di lantai dan kali ini lebih banyak. Ada juga yang meleleh di pahanya yang mulus. Rupanya dia menikmati betul air maniku.

saat aku mau membersihkan dengan tisue, eh dia melarangnya.
“Biarin aja, aku ingin menikmatinya” .
Wah, erotis juga nih orang. Rupanyanya dia belum pernah merasakan klimaks sebelumnya. Hal itu aku tahu saat dia mengantarkanku turun ke lobby. Katanya, suaminya paling lama tahan cuma 3 menit. Dia kawin karena suka sama duitnya. Maklum teman bosku bisnisnya lumayan maju, eksportir hasil bumi yang tidak terkena dampak turunnya nilai rupiah terhadap dollar. Di lift sekali lagi di bilang thank you, dan dia berharap komputernya sering rusak. Sejak saat itu terjalinlah cinta kasih yang dilampiaskan secara sembunyi-sembunyi antara aku dengan Ibu Vivi.


ARLOJI

SOCCER